Corporate finance can be summarized by four principles or cornerstones. Applying these principles , executives can figure out the value creating answers to most corporate finance questions, such as which business strategy to pursue, whether to undertake a proposed acquisition, or whether to repurchase shares.

What are the four cornestones of finance ?

1. The Core of Value : Companies create value by investing capital from investors to generate
future cash flows at rates of return exceeding the cost of that capital.

2. The Conservation of Value : Value is created for shareholders when companies generate higher
cash flows, not by rearranging investors’ claim of cash flows.

3. The Expectations Treadmill : A company’s performance in the stock market is driven by changes
in the stock market’s expectations not just the company’s actual
performance.

4. The best Owner : The value of business depends on who is managing it and what strategy they
pursue.

Adapted from Value: The Four Cornerstones of Corporate Finance by Tim Koller, Richard Dobbs, and Bill Huyett.

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

Entitas harus memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

Model Biaya

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :

Biaya perolehan – Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset.

Model Revaluasi

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :

Jumlah revaluasian (yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi) – akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

Nilai Wajar

Nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan.

Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional. Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai.

Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai wajar karena sifat dari asset tetap yang khusus dan jarang diperjual-belikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, entitas mungkin perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost approach).

Frekuensi Penilaian

Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap yang direvaluasi.

  • Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya

-> revaluasi lanjutan perlu dilakukan.

  • Beberapa aset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif -> perlu direvaluasi secara tahunan.
  • Revaluasi tahunan seperti itu tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan.

By Arif Yunani

Source : PSAK 16

Pengukuran Awal

Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan.

Komponen Biaya Perolehan

1. Harga perolehannya, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan

setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain.

2. Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan

kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud

manajemen. Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah :

a)     Biaya imbalan kerja yang timbul dari pembangunan atau akuisisi aset tetap.

b)     Biaya penyiapan lahan untuk pabrik;

c)      Biaya handling dan penyerahan awal;

d)     Biaya perakitan dan instalasi

e)      Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik (setelah dikurangi hasil penjualan produk tersebut)

f)        Komisi profesional

3.  Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset.  Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh, atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

Contoh biaya-biaya yang bukan merupakan biaya perolehan asset tetap adalah:

a)     Biaya pembukaan fasilitas baru

b)     Biaya pengenalan produk baru

c)      Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru termasuk biaya pelatihan staf

d)     Administrasi dan overhead umum

e)      Biaya saat alat belum beroperasi penuh

f)        Kerugian awal operasi

g)     Biaya relokasi dan reorganisasi operasi entitas.

h)      Hasil dari aset sebelum dimanfaatkan (hasil parkir dari lahan yang belum digunakan).

i)        Laba internal jika aset tersebut merupakan persediaan perusahaan.

Pengukuran Biaya Perolehan

Biaya perolehan aset tetap adalah setara dengan nilai tunai yang diakui pada saat terjadinya, apabila terdapat diskon harus harus dikurangkan dari harga perolehan aset. Aset yang dibeli dengan pembayaran ditangguhkan dinilai setara nilai tunainya. Perbedan nilai tunai dengan pembayaran diakui sebagai beban bunga (kecuali dikapitalisasi sesuai dengan PSAK 26).

By Arif Yunani

Source : PSAK 16

Definisi
Aset tetap (Fixed Asset) adalah aset berwujud yang:
1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk
direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administrative.
2. Diperkirakan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Pengakuan
Biaya perolehan aset tetap diakui sebagai aset jika:
1. Kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomik masa depan dari aset
tersebut.
2. Biaya perolehannya dapat diukur secara andal.
Suku cadang dan peralatan pemeliharaan biasanya dicatat sebagai persediaan dan diakui
dalam laba rugi pada saat dipakai. Namun demikian, suku cadang utama dan peralatan siap
pakai memenuhi kriteria/definisi aset tetap ketika perusahaan memperkirakan akan
menggunakan aset tersebut selama lebih dari satu periode. Sama halnya jika suku cadang dan
peralatan pemeliharaan yang hanya bisa digunakan untuk aset tetap tertentu, hal ini juga
dicatat sebagai aset tetap.
Aset tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. Perolehan aset tetap
tersebut, walaupun tidak secara langsung meningkatkan manfaat ekonomik masa depan dari
aset tertentu yang ada, mungkin diperlukan bagi perusahaan untuk memperoleh manfaat
ekonomik masa depan dari aset lain. Aset tetap tersebut memenuhi kriteria sebagai aset tetap.
Misalnya Pabrik Kimia menginstalasi proses penanganan kimiawi baru dalam rangka memenuhi
ketentuan lingkungan yang berlaku dalam produksi dan penyimpanan zat kimiawi berbahaya,
Instalasi ini diakui sebagai aset.
Perusahaan tidak mengakui biaya perawatan sehari-hari aset tetap sebagai bagian dari aset
tetap tersebut, biaya tersebut diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. Biaya perawatan
sehari-hari terutama terdiri dari biaya tenaga kerja dan bahan habis pakai termasuk suku
cadang kecil.
Bagian tertentu aset tetap mungkin perlu diganti secara periodik, Misalnya : Tungku
pembakaran perlu diganti lapisannya setelah digunakan selama jam tertentu, demikian juga
interior pesawat terbang yang perlu diperbarui beberapa kali selama umur rangka pesat.
Perusahaan mungkin juga memperoleh komponen aset tetap tertentu untuk melakukan
penggantian yang tidak terlalu sering, atau melakukan penggantian yang tidak berulang.
Sesuai dengan prinsip pengakuan, perusahaan mengakui biaya penggantian komponen aset
tetap sebagai aset tetap.

By Arif Yunani

Source: PSAK 16

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers