4 Pilar Akuntansi Indonesia

Pada pagi hari ini saya akan sharing mengenai 4 Pilar Standar Akuntansi Indonesia, yaitu:

1. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
a. Penerbit: Komite Standar Akuntansi Pemerintahan, ditetapkan dalam PP No. 24 Tahun 2005 dan PP. 71 Tahun 2010.
b. Pengguna: Entitas pemerintah dalam menyusun LKPP dan LKPD (Instansi Pemerintah Pusat dan Instansi Pemerintah Daerah sedangkan BUMN menggunakan SAK), entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45 (pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba).

2. Standar Akuntansi Syari’ah (SAS)
a. Penerbit: Dewan Standar Akuntansi Syariah.
b. Pengguna: Entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun lembaga non syariah.

3. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
a. Penerbit: Dewan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.
b. Pengguna: Wajib diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti: Emiten, Perusahaan publik, perbankan, asuransi, BUMN dan dapat diterapkan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP) atau entitas lainnya.
c. SAK di Indonesia saat ini sudah mengadopsi IFRS (International Financial Accounting Standards).

4. SAK-ETAP
a. Penerbit: Dewan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.
b. Pengguna: Entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan BPR seperti yang diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/37/DKBU tanggal 31 Desember 2009.
c. Entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik adalah
1. Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
2. menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal (pemilik, kreditur dan lembaga pemeringkat kredit.)
d. Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika :
1. Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftarn, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau
2. Entitas menguasai asset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek,dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.
e. SAK-ETAP mengadopsi sebagian IFRS (International Financial Reporting Standards) untuk usaha kecil-menengah (IFRS for Small-Medium-sized Entities/SMEs).

Keempat pilar Standar Akuntansi tersebut akan digunakan oleh:
1. Perusahaan untuk menyusun laporan keuangan.
2. Auditor untuk mengaudit laporan keuangan sebuah perusahaan.
3. Pengguna laporan keuangan (Bank, Investor dan pihak-pihak lain) untuk mengevaluasi laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit sebagai dasar dalam pengambilan keputusan (pemberian kredit, pembelian saham dan keputusan-keputusan yang lain).

Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia.

Semoga sharing saya ini bermanfaat untuk kita semua.

About these ads
2 comments
  1. ida said:

    masi pake 4 pilar ya? katanya sudah 5 pilar, mohon pencerahannya

    • yunan1 said:

      Kalau 5 pilar satu lagi apa? Setahu saya masih 4… I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,128 other followers

%d bloggers like this: